25 Juli 2025

Desa Singa Gembara Jadi Percontohan Program Cinta Statistik 2025 Oleh BPS Sekaligus Menerima Web Desa Resmi dari Diskominfo Staper Kutai Timur

A
Admin Desa
Penulis
Pada hari Kamis 24 Juli 2025 bertempat di Kantor Bupati Kutai Timur Ruang Meranti telah diselengarakan acara Pencanangan Desa Cantik Desa Singa Gembara. Pemerintah Desa Singa Gembara bersyukur setelah resmi dipilih oleh Tim pembina dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur, menjadi Desa

Pada hari Kamis 24 Juli 2025 bertempat di Kantor Bupati Kutai Timur Ruang Meranti telah diselengarakan acara Pencanangan Desa Cantik Desa Singa Gembara.  Pemerintah Desa Singa Gembara bersyukur setelah resmi dipilih oleh Tim pembina dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur, menjadi Desa Binaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di Tahun 2025. Setelah Desa Kandolo, kini giliran Desa Singa Gembara yang ditetapkan sebagai Desa Percontohan Kedua dari 139 Desa yang ada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam Program Desa Cantik (Cinta Statistik) tahun 2025.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari pembinaan Badan Pusat Statistik  (BPS) yang mana memiliki program pembinaan agar terwujudnya data sektoral yang  akurat sebagai literasi, tentu harapannya Desa Singa Gembara setelah mendapatkan pembinaan maka dapat dengan mandiri mengelolah data sehingga mampu menghasilkan data akurat, dan  kemudian dijadikan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan pembangunan di Desa Singa Gembara.

Dalam sambutannya Wakil Bupati  Kutai Timur bapak Mahyunadi menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas statistik di desa dalam upaya mendukung Pembangunan. “Program Desa Cantik ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi sekedar objek. Desa menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan hal itu memerlukan dukungan data yang kuat dan akurat, sehinggga mengghasilkan kebijakan Pembangunan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar beliau (24/7/2025)

Kepala BPS bapak Widiyantono,menambahkan bahwa tentu harapannya bahwa program  Desa Cantik ini tidak berakhir hanya dipencanangan, namun terus berkelanjutan

“harapan saya ini terus berlanjut bahkan tahun depan desa yang nantinya mendapat rekomendasi  dari pemerintah, BPS siap melakukan pembinaan”jelasnya

Moment ini juga semakin spesial dengan dilaksanakannya launching Web resmi Desa Pertama di Kabupaten Kutai Timur hasil kolaborasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan DISKOMINFO Staper Kabupaten Kutai Timur

Pada puncak acara penyerahan web resmi Desa Singa Gembara yang diterima langsung oleh Kepala Desa Singa Gembara Ibu Hamriani kassa tentu dengan didampingi oleh Camat Sangatta Utara Ibu HASDIAH yang juga hadir dan ikut menanda tangani Dokumen serah terima, penyerahan diberikan oleh wakil bupati  kutai timur bapak Mahyunadi Dengan didampingi  oleh kepala BPS bapak Widiyantono dan Kepala Diskominfo Staper bapak H. Ronny Bonar Hamonangan Siburian.

Saat di temui usai acara Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan program ini dengan komitmen kuat untuk membangun desa berbasis data yang akurat dan berkelanjutan.

“Kami sebagai pemerintah desa sangat merespons baik program ini. Insyaallah, Desa Cantik akan menjadi solusi atas kebutuhan data dari desa hingga ke pusat. Semua dimulai dari bawah,” ujar Hamriani saat di konfirmasi, Jumat 25 Juli 2025.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data dari tingkat desa. Melalui program ini, desa didorong untuk tidak hanya menjadi pelaksana pembangunan, tapi juga menjadi penyedia data yang akurat dan akuntabel.

Hamriani mengakui bahwa ketersediaan data yang valid sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan administrasi, tetapi juga sebagai dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, program ini diyakini sebagai langkah besar menuju tata kelola desa yang lebih modern dan partisipatif.

“Mulai dari perangkat, staf, hingga lembaga desa, semuanya akan terlibat aktif. Karena data yang kita butuhkan itu harus dimulai dari bawah, dari masyarakat langsung. Tanpa itu, mustahil kita bisa membangun dengan benar,” lanjutnya.

Sebagai desa yang baru pertama kali terlibat dalam program statistik berbasis komunitas, Pemerintah Desa Singa Gembara juga menekankan pentingnya pembekalan awal bagi para petugas dan staf yang akan menjalankan program tersebut. Pasalnya, pelaksanaan program ini melibatkan sejumlah stakeholder lintas sektor, termasuk Kominfo dan BPS.

“Kami berharap ada peningkatan kapasitas bagi para staf dan petugas lapangan. Karena walaupun ada SK-nya, kalau belum paham apa itu data statistik dan bagaimana mengelolanya, tentu program ini tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.

Sinkronisasi antar lembaga dan pihak terkait juga menjadi perhatian utama. Desa menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara perangkat desa, lembaga, dan masyarakat. Dukungan dari instansi teknis seperti Kominfo dan BPS juga diharapkan terus berkelanjutan selama program ini berjalan.

Selain itu, Pemerintah Desa Singa Gembara menaruh harapan besar pada hasil akhir dari Program Desa Cantik ini. Mereka ingin mewujudkan desa yang mampu mengelola dan memanfaatkan data secara mandiri guna mendukung kebijakan pembangunan yang lebih terarah, adil, dan tepat sasaran.

 

Kembali ke daftar berita
Bagikan: